Selasa, 03 November 2015

MAKALAH OPERASI – OPERASI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL



MAKALAH
OPERASI – OPERASI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
Untuk memenuhi tugas matakuliah Pengolahan Citra Digital






Disusun oleh :


YUSTIKA FEBRIANTI NUR RAHMADANI   12531549
6E





JURUSAN INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2015


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Shalawat dan salam penulis sanjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam jahiliyah ke alam yang berilmu pengetahuan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “OPERASI-OPERASI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL”.
Melalui makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Aslan Alwi, M.Sc sebagai dosen mata kuliah Pengolahan Citra Digital
2. Rekan mahasiswa yang telah memberikan banyak masukan terhadap makalah ini.
3. Bapak, ibu, saudara yang telah membantu penulis dan tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis berharap agar tugas akhir ini dapat dipergunakan dengan baik dan dapat berguna kedepannya. Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Saya  mengharap kritikan dan saran yang membangun agar demi kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang. Besar harapan penulis semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca, terutama bagi penulis sendiri.
                                                                                    Ponorogo, 13 Juni 2015


Penulis











DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................................... i
KATA PENGANTAR. .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ........................................................................................................ vii
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................................1
1.3 Maksud dan Tujuan .....................................................................................................1
1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................................................1
BAB II LANDASAN TEORI ……............................................................................ ...2
2.1          Operasi-Operasi Dasar Pengolahan Citra Digital ………...................................... 2
2.1.1             Pengertian Citra.....………………………………………………………..2
2.1.2             Pengertian Pengolahan Citra Digital...........................................................4
2.1.3             Operasi-Operasi Dasar Pengolahan Citra Digital........................................5
A.    Operasi Komputasi.............................................................................5
1.      Operasi Titik.................................................................................5
2.      Operasi Lokal.............................................................................. 6
3.      Operasi Global............................................................................ 7
4.      Operasi Obyek............................................................................ 7
B.     Operasi Aritmetika........................................................................... 8
C.     Operasi Boolean Pada Citra............................................................. 8
D.    Operasi Geometri Pada Citra........................................................... 8
BAB III PENUTUP ......................................................................................................11
3.1 Kesimpulan .............................................................................................................. 11
3.2 Saran ........................................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1        LATAR BELAKANG
Pengolahan citra adalah salah satu cabang dari ilmu informatika. Pengolahan citra berkutat pada usaha untuk melakukan transformasi suatu citra/gambar menjadi citra lain dengan menggunakan teknik tertentu. Pengolahan citra merupakan bidang yang bersifat multidisiplin, yang terdiri dari banyak aspek, antara lain fisika, elektronika, matematika, seni, dan teknologi komputer. Pengolahan citra (image processing) memiliki hubungan yang sangat erat dengan disiplin ilmu yang lain. Jika sebuah disiplin ilmu dinyatakan dengan bentuk proses suatu input menjadi output, maka pengolahan citra memiliki input berupa citra serta output juga berupa citra.
Dalam pembahasan pengolahan citra digital terdapat salah satu sub-bab operasi-operasi dasar pengolahan citra digital. Maka penulis berinisiatif untuk mengangkat tema tersebut sebagai bahan makalah matakuliah Pengolahan Citra Digital tersebut. 

1.2    RUMUSAN MASALAH
            Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut:
1.         Apa saja yang dipelajari dalam sub bab operasi-operasi dasar pengolahan citra digital?

1.3        MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan dari makalah ini untuk memenuhi tugas matakuliah pengolahan citra,sekaligus untuk mempelajari sub bab operasi-operasi dasar pengolahan citra digital.

1.4        MANFAAT
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah sebagai bahan referensi kepada rekan-rekan mahasiswa untuk pengembangan materi ini lebih lanjut dikemudian hari.



BAB II
LANDASAN TEORI

2.1         OPERASI-OPERASI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
2.1.1 PENGERTIAN CITRA
Menurut Kamus Webster Citra (image) adalah suatu representasi, kemiripan, atau imitasi dari suatu objek atau benda. Citra adalah suatu representasi, kemiripan, atau imitasi dari suatu objek atau benda. Citra dapat dikelompokan menjadi citra tampak(foto, lukisan dll) dan citra tak tampak(citra). Diantara jenis-jenis citra tersebut, hanya citra  yang dapat diolah menggunakan komputer. Setiap citra  mempunyai beberapa karakteristik, antara lain ukuran citra, resolusi, dan format nilainya. Umumnya citra  berbentuk persegi panjang yang memiliki lebar dan tinggi tertentu.
Gambar 2.1 Citra ke dalam bentuk piksel
Ukuran ini biasanya dinyatakan dalam banyaknya titik atau piksel, sehingga ukuran citra selalu bernilai bulat. Ukuran citra dapat juga dinyatakan secara fisik dalam satuan panjang. Dalam hal ini tentu saja harus ada hubungan antara ukuran titik penyusunan citra dengan satuan panjang. Hal tersebut dinyatakan dengan resolusi yang merupakan ukuran banyaknya titik untuk setiap satuan panjang. Biasanya satuan yang digunakan adalah dpi. Makin besar resolusi makin banyak titik yang terkandung dalam citra dengan ukuran fisik yang sama, sehingga hal ini memberikan efek pemampatan citra menjadi semakin halus.
Citra dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu :
1.      Citra tampak
Contoh : Optik berupa foto, Analog, sinyal video seperti gambar pada monitor televisi.
2.       Citra tak tampak.
Contoh: data gambar dalam file(citra digital) dan citra yang direpresentasikan menjadi fungsi matematik.
Description: Pengelompokan
Gambar 2.2 Pengelompokan jenis-jenis citra
Untuk dapat dilihat mata manusia, citra tak tampak ini harus diubah menjadi citra tampak, misalnya dengan menampilkannya di monitor, dicetak di atas kertas dsb. Dalam bidang computer vision, secara umum proses yang terjadi seperti terlihat di atas.
Suatu citra digital melalui pengolahan citra digital (image processing) menghasilkan citra digital yang baru, termasuk di dalamnya adalah perbaikan citra (image restoration) dan peningkatan kualitas citra (image enhancement). Sedangkan analisis citra digital (image analysis) menghasilkan suatu keputusan atau suatu data, termasuk di dalamnya adalah pengenalan pola (pattern recognition).
  Proses Terjadinya Citra
Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya ini ditangkap oleh alat-alat optik, misalnya mata pada manusia, kamera, pemindai (scanner), dan sebagainya, sehingga bayangan objek yang disebut citra tersebut terekam.



Gambar 2.3 Formasi Citra

2.1.2 PENGERTIAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
Meskipun sebuah citra kaya informasi, namun seringkali citra yang kita miliki mengalami penurunan mutu (degradasi), misalnya mengandung cacat atau derau (noise), warnanya terlalu kontras, kurang tajam, kabur (blurring), dan sebagainya. Tentu saja citra semacam ini menjadi lebih sulit diinterpretasi karena informasi yang disampaikan oleh citra tersebut menjadi berkurang.
Agar citra yang mengalami gangguan mudah diinterpretasi(baik oleh manusia maupun mesin), maka citra tersebut perlu dimanipulasi menjadi citra lain yang kualitasnya lebih baik. Bidang studi yang menyangkut hal ini adalah pengolahan citra (image processing). Pengolahan citra adalah pemrosesan citra, khususnya dengan menggunakan komputer, menjadi citra yang kualitasnya lebih baik.Umumnya, operasi-operasi pada pengolahan citra diterapkan pada citra bila:
1.    Perbaikan atau memodifikasi citra perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penampakan  atau untuk menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkandung di dalam citra,
2.      Elemen di dalam citra perlu dikelompokkan, dicocokkan, atau diukur,
3.      Sebagian citra perlu digabung dengan bagian citra yang lain.


Operasi yang dilakukan untuk mentransformasikan suatu citra menjadi citra lain dapat dikategorikan berdasarkan tujuan transformasi maupun cakupan operasi yang dilakukan terhadap citra.
Berdasarkan tujuan transformasi operasi pengolahan citra dikategorikan sebagai berikut :
·         Peningkatan Kualitas Citra (Image Enhancement) Operasi peningkatan kualitas citra bertujuan untuk meningkatkan fitur tertentu pada citra.
·         Pemulihan Citra (Image Restoration)
Operasi pemulihan citra bertujuan untuk mengembalikan kondisi citra pada kondisi yang diketahui sebelumnya akibat adanya pengganggu yang menyebabkan penurunan kualitas citra.
Berdasarkan cakupan operasi yang dilakukan terhadap citra, Operasi pengolahan citra dikategorikan sebagai berikut :
·         Operasi titik, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya hanya ditentukan oleh nilai piksel itu sendiri.
·         Operasi area, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya dipengaruhi oleh piksel tersebut dan piksel lainnya dalam suatu daerah tertentu. Salah satu contoh dari operasi berbasis area adalah operasi ketetanggaan yang nilai keluaran dari operasi tersebut ditentukan oleh nilai piksel-piksel yang memiliki hubungan ketetanggaan dengan piksel yang sedang diolah.
·         Operasi global, yaitu operasi yang dilakukan tehadap setiap piksel pada citra yang keluarannya ditentukan oleh keseluruhan piksel yang membentuk citra.
2.1.3   OPERASI-OPERASI DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL
        Citra digital direpresentasikan dengan matriks. Operasi pada citra digital pada dasarnya adalah memanipulasi elemen-elemen matriks. Elemen matriks yang dimanipulasi dapat berupa elemen tunggal (sebuah pixel), sekumpulan elemen yang berdekatan, atau keseluruhan elemen matriks. Di dalam sub bab ini akan diuraikan operasi-operasi dasar pada pengolahan citra digital.
A.    OPERASI KOMPUTASI
Operasi-operasi yang dilakukan pada pengolahan citra dapat dikelompokkan ke dalam empat aras (level) komputasi, yaitu operasi titik, operasi lokal, operasi global, dan operasi objek.
1.      Operasi Titik
Operasi pada aras titik hanya dilakukan pada pixel tunggal di dalam citra. Operasi titik dikenal juga dengan nama operasi pointwise. Operasi ini terdiri dari pengaksesan pixel pada lokasi yang diberikan, memodifikasinya dengan operasi operasi lanjar (linear) atau nirlanjar (nonlinear), dan menempatkan nilai pixel baru pada lokasi yang bersesuaian di dalam citra yang baru. Operasi ini diulangi untuk keseluruhan pixel di dalam citra.
Secara matematis, operasi pada aras titik dinyatakan sebagai (Gambar 2.4):
fB(x, y) = Otitik{fA(x, y)}      (2.4)
Dalam hal ini fA dan fB masing-masing adalah citra masukan dan citra keluaran, O titik dapat berupa operasi lanjar (linear) atau nirlanjar (nonlinear). Yang dimaksud dengan operasi lanjar adalah operasi yang dapat dinyatakan secara matematis sebagai persamaan lanjar, kebalikannya adalah persamaan nirlanjar.
Gambar 2.4 Operasi aras titik pada citra digital.
Operasi titik dapat diklasifikasikan menjadi 3:
      Berdasarkan intensitas
      Berdasarkan geometri
      Atau gabungan keduanya
2. Operasi Lokal
Operasi lokal, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya dipengaruhi oleh piksel tersebut dan piksel lainnya dalam suatu daerah tertentu. Salah satu contoh dari operasi berbasis area adalah operasi ketetanggaan yang nilai keluaran dari operasi tersebut ditentukan oleh nilai piksel-piksel yang memiliki hubungan ketetanggaan dengan piksel yang sedang diolah.
Gambar 2.5 Operasi Lokal
Aras Lokal – Contoh Deteksi Tepi
Citra Asli
Hasil Deteksi Tepi

3.      Operasi Global
Operasi global, yaitu operasi yang dilakukan tehadap setiap piksel pada citra yang keluarannya ditentukan oleh keseluruhan piksel yang membentuk citra.
Gambar 2.6 Operasi Global
Citra Asli
Citra Diolah dengan Histogram Equalization

4.      Operasi Obyek
Hanya dilakukan pada obyek tertentu di dalam citra. Tujuannya untuk mengenali obyek-obyek, berdasarkan rata-rata intensitas, ukuran, bentuk, dan karakteristik lain.


B.     OPERASI ARITMETIKA
Operasi aritmetika terbagi menjadi empat jenis operasi yaitu penjumlahan, pengurangan, penjumlahan dengan skalar, pengurangan dengan skalar, perkalian, dan pembagian.
a. Penjumlahan dua buah citra, dengan rumus: C(x, y) = A(x, y) + B(x, y)
b. Pengurangan dua buah citra, dengan rumus: C(x, y) = A(x, y) – B(x, y)
c. Penjumlahan citra dengan skalar, dengan rumus: C(x, y) = A(x, y) + c
d. Pengurangan citra dengan skalar, dengan rumus: C(x, y) = A(x, y) – c
e. Perkalian, dengan rumus: C(x, y) = A(x, y) B(x, y)
f. Perkalian citra dengan skalar, dengan rumus: C(x, y) = A(x, y) . c
g. Pembagian citra dengan skalar, dengan rumus: C(x, y) = A(x, y) / c

C.     OPERASI BOOLEAN PADA CITRA
Operasi boolean pada citra terbagi menjadi tiga, yaitu:
a. C(x, y) = A(x, y) and B(x, y)
b. C(x, y) = A(x, y) or B(x, y)
c. C(x, y) = not A(x, y)
Operasi not dapat digunakan untuk menentukan komplemen dari citra, misalnya:
a.       ganesha
b.      not ganesha

D.    OPERASI GEOMETRI PADA CITRA
Pada operasi geometri mengakibatkan perubahan koordinat pixel sedangkan nilai intensitasnya tetap sama.Yang termasuk ke dalam operasi geometri yaitu translasi, pencerminan (flipping), rotasi/pemutaran (rotating), pemotongan (cropping), penskalaan (scaling/zooming).
a. Translasi
Translasi yaitu pergeseran sehingga terjadi perubahan koordinat. Rumus translasi sebagai berikut:
x’ = x + m
y’ = y + n
Keterangan:
m=besar pergeseran dalam arah x
n =besar pergeseran dalam arah y
maka didapat,
B(x,y)=A(x+m,y+n)
dengan A sebagai citra semula dan B sebagai citra hasil translasi.

b. Pencerminan (flipping)
Flipping terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
- Horizontal: pencerminan terhadap sumbu y
B(x,y)=A(N-x,y)
- Vertikal: pencerminan terhadap sumbu x
B(x,y) = A(x,M-y)
- Titik asal
B(x,y)=A(N-x, M-y)
dengan N sebagai jumlah kolom citra dan M sebagai jumlah baris citra.

c. Rotasi/pemutaran (rotating)
Rumus untuk operasi rotasi pada citradengan asumsi өberlawanan arah jarum jam, yaitu:
x’=x cos(ө) –y sin(ө)
y’=x sin(ө) + y cos(ө)
maka didapat,
A(x,y)=B(x cos(ө) –y sin(ө), x sin(ө) + y cos(ө))
dengan A sebagai citra semula dan B sebagai citra hasil rotasi.

d. Pemotongan (cropping)
Cropping memiliki rumus sebagai berikut,
x’ = x –xL untuk x = xL sampai xR
y’ = y –yT untuk y = yT sampai yB
(xL,yT) dan (xR,yB) adalah koordinat titik pojok kiri atas dan pojok kanan bawah citra yang akan di-crop.Ukuran citra menjadi :
w’ = xR –xL
h’ = yB –YT
e. Penskalaan (scaling/zooming)
Rumus penskalaan citra:
x’=sx.x
y’=sy.y
sx dan sy adalah faktor penyekalaan, masing-masing dalam arahx dan y. Maka didapat:
B(x’,y’)=B(sx.x, sy.y)=A(x,y)
Dengan A sebagai citra semula dan B sebagai citra hasil penskalaan.
























BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1.      Operasi-operasi dasar pada pengolahan citra digital meliputi operasi komputasi, aritmetika, boolean, dan geometri.
2.      Operasi komputasi meliputi, operasi titik, operasi lokal, operasi global, dan operasi objek.

3.2 SARAN
Dalam penulisan makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca untuk meningkatkan kualitas dari isi makalah ini dikemudian hari.






















DAFTAR PUSTAKA

Oktaviani, Rika. 2014. Operasi –Operasi Dasar Pengolahan Citra Digital. Ilmu Komputer
Sangian, Hesky. 2012. Pengolahan Citra. Manado