SISTEM PENDUKUNG
KEPUTUSAN UNTUK MEREKOMENDASIKAN ALAT KONTRASEPSI DENGAN METODE SAW DI BPS
BINARMI DESA NGRANDU KECAMATAN KAUMAN PONOROGO
Yustika
Febrianti Nur Rahmadani
Program
Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Jl.Budi
Utomo No.10 Ponorogo
Email:
Abstract
BPS Binarmi of Ngrandu Village Kauman Ponorogo
is one entity private
practice in the field of health.
The BPS is
midwife on duty to assist labor and also
help recommend contraceptives suitable for the user. BPS haven’t a
system to assist midwives
in recommending suitable contraceptives that require an application in the
form of a decision support system for help midwife in recommending contraceptives suitable for users according
to the condition of her body. An admin entrusted to input and
process user data. In planning
the writer uses the programming language
PHP and MSQL with Simple additive
weighting method (SAW)
is useful to help midwives and admin
in recommending contraception according to user needs. SAW method is often also called term weight summation method.
Keyword:
Decision Support System, contraceptives, Simple Additive
Weighting(SAW)
1. PENDAHULUAN
Satu-satunya
cara untuk mengatur jumlah dan waktu kehamilan adalah melalui pengggunaan
metode atau alat kontrasepsi. Namun memilih metode atau alat kontrasepsi bukan
merupakan hal yang mudah karena berdampak terhadap tubuh setelah pemakaiannya.
Selain itu terhadap tubuh tidak ada metode atau alat kontrasepsi yang selalu
cocok bagi semua orang karena situasi dan kondisi tubuh setiap individu selalu
berbeda, sehingga perlunya pengetahuan yang luas dan tepat mengenai kekurangan
dan kelebihan dari masing-masing metode atau alat kontrasepsi yang kemudian
disesuaikan dengan kondisi tubuh pengguna.
Pemilihan
alat kontrasepsi secara efektif harus didasari pertmbangan efektitivitas dari
masing-masing jenis kontrasepsi berdasrakan tingkat keberhasilannya. Berdasakan
masalah tersebut, maka penulis ingin
mengidentifikasi bagaimana mengambil keputusan yang tepat dalam proses
rekomendasi alat kontrasepsi.
2.
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari
dari kata kontra yang berarti mencegah atau menghalangi sedangkan konsepsi
berarti pencegahan antara sel telur dan sel sperma. Jadi kontrasepsi dapat
diartikan sebagai suatu cara untuk mencegah bertemunya sel telur dan sel sperma
sehingga tidak terjadi pembuahan atau kehamilan.
Kontrasepsi dapat
menggunakan berbagai macam cara, baik dengan menggunakan hormon, alat, maupun
melalui prosedur operasi. Tingkat efektivitas dari kontrasepsi tergantung dari
usia, frekuensi melakukan hubungan seksual, dan yang terpenting yaitu apakah
menggunakan alat tersebut secara benar.
Berbagai jenis metode
atau alat kontrasepsi dibagi menjadi berikut:
1.
Kontrasepsi
Sterilisasi
Yaitu
pencegahan kehamilan dengan mengikat indung telur pada wanita(tubektomi) atau
testis pada pria(vasektomi).
2.
Kontrasepsi
Mekanik, terdiri dari:
a.
IUD(Intra Uterine Device) atau spiral yaitu
alat kontrasepsi yang terbuat dari polyesthylene yang diberi lilitan logam,
umumnya tembaga(Cu) dan dipasang dimulut rahim. Kelemahan alat ini yaitu bisa
menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan di luar masa
menstruasi atau pendarahan yang berlebih saat menstruasi.
b.
Kondom
yaiu suatu kantung karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak berpori.
Kondom telah terbukti dapat pencegah penularan penyakit seksual termasuk
HIV/AIDS. Selain itu kelebihannya yaitu tidak menggangu produksi ASI, murah,
dan merupakan kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus
ditunda(seputar-ibu-anak.blogspot.com, 2015).
3.
Kontrasepsi
Hormonal
Kontrasepsi
ini dapat mengubah sistem hormonal tubuh pemakainya, misalnya dengan
menggunakan pil kb, suntikan, susuk(implan) yang ditanam untuk periode tertentu,
atau spiral berhormon. Kelemahannya kontrasepsi ini yaitu mengubah sistem
hormonal dalam tubuh pemakainya sehingga siklus menstruasi dan produksi ASI
terganggu.
Kontrasepsi
hormonal terdiri dari:
a.
Pil
Kombonasi Oral Contraception(OC)
Pil
KB merupakan kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron.
b.
Suntik KB
Kontrasepsi
ini mengandung hormon sintetik. Cara pemakaian dengan menyuntikkan zat hormonal
ke dalam tubuh.
c.
Susuk
KB
Implan
terdiri dari 6 kapsul silastik, setiap kapsulnya berisi levornorgestrel sebanyak
36 miligram dengan panjang 3,4 cm dan diameter 2,4 cm. Kapsul ini harus dilepas
menjelang masa penggunaan 5 tahun.
B. Pengertian
Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan harus
mempunyai komponen: Data Management, termasuk database, yang mengandung data
yang relevan untuk berbagai situasi dan diatur oleh software yang disebut Database
Management System(DBMS); model manajemen melibatkan model finansial,
statistikal, manajemen science, atau berbagai model kuantitatif lainnya
sehingga dapat memberikan ke sistem suatu kemampuan analitis, dan manajemen
software yang diperlukan; Communications (dialog
sub sistem), user dapat berkomunikasi dan memberikan perintah pada DSS melalui
subsitem ini(Eko, dkk:2013).
C. Model
Multi Attribute Decisio Making(MADM)
Adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapka
alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria
tertentu. Kriteria biasanya berupa ukran-ukran, aturan-aturan atau standar yang
digunakan dalam pengambilan keputusan.
Ada beberapa metode yang
digunakan untuk menyelesaikan masalah MADM antara lain:
a.
Simple Additive
Weight(SAW)
b.
Weighted Product(WP)
c.
TOPSIS
d. Analytic
Hierarchy Process(AHP)
D. Metode
SAW
Metode
SAW sering dikenal sebagai metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode ini
yaitu mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif
pada semua atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks
keputusan(X) ke suatu skala yang dapat diandingkan dengan semua rating
alternatif yang ada.
Keterangan:
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi
xij = nilai atribut yang dimiliki dari
setiap kriteria
Max xij = nilai terbesar dari setiap
kriteria
Min xij = nilai terkecil dari setiap
kriteria
Benefit = jika nilai terbesar adalah terbaik
Cost = jika nilai terkeci adalah terbaik
Dimana rij adalah
rating ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut i=1,2,3..m dan
j=1,2,3,...n. Nilai prefensi untuk setiap alternatif(Vi) diberikan sebagai:
n
Vi = Ʃwj rij
j = 1
keterangan:
Vi = rangking untuk setiap alternatif
wj = nilai bobot dari setiap kriteria
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi
Nilai Vi yang lebih besar
mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih dipilih.
E. Basis
data
Basis
data adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu sama lain.
Basis data tersimpan di perangkat keras, dimanipulasi dengan menggunakan
perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data,
struktur, dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan.
F.
PHP(Hypertext Pre-processor)
Adalah
bahasa server side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web
yang dinamis. Karena itu maka sintaks dan perintah-perintah PHP akan dieksekusi
di server kemudian hasilnya dikirimkan ke browser dalam format HTML. Dengan
demikian kode program yang ditulis dalam PHP tidak akan terlihat oleh user
sehingga keamanan halaman web lebih terjamin(Arief, Rudyanto:2011).
G. MySQL
Database sistem yang
digunakan dalam penelitian ini untuk mendukung aplikasi berbasis dekstop yang berfungsi mengolah data
pada web
aplikasi yang database-nya menggunakan MySQL, MySQL (My Structure Query Language) merupakan
software database yang termasuk paling populer di
lingkungan linux maupun windows, kepopuleran ini karena
ditunjang performansi query dari
database-nya yang cepat, stabil dan jarang bermasalah dalam segi
keamanan.
Database MySQL adalah
sebuah sistem shareware, yaitu suatu
perangkat lunak yang dapat didistribusikan bebas untuk keperluan pengguna
secara pribadi. Kemudian, bila perangkat lunak akan digunakan secara komersial,
maka pemakai harus mempunyai
lisensi pembuatnya. Namun saat
ini MySQL adalah perangkat lunak open
source sehingga dapat
didistribusikan bebas dan digunakan untuk keperluan pribadi atau komersial. Maka di dalam penelitian ini menggunakan MySQL untuk
pengolahan databasenya.
Sebagai sebuah program
penghasil database, MySQL tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sebuah
aplikasi lain (interface). MySQL
dapat didukung oleh hampir semua program aplikasi baik yang open source seperti Visual Basic, Visual
Foxpro, Delphi, dan lainnya. Untuk mendapatkan program MySQL anda dapat
mendownloadnya di http://www.mysql.org.
Beberapa
karakteristik utama dari MySQL yaitu :
a.
Fully
multi-threaded dengan kernel threaded, artinya adalah bisa dengan mudah mempergunakan multiple CPU bila ada.
b.
Beroperasi
pada banyak platform yang berbeda.
c.
Kita
bisa mencampurkan tabel dari database yang berbeda pada query yang sama
d.
Mampu
menangani database berukuran besar. MySQL bisa memuat 50.000.000
record dan 60.000 tabel.
e.
Server
bisa memberikan pesan kesalahan pada client
dalam banyak bahasa dan lain sebagainya.
3.ANALISA DAN
PERANCANGAN SISTEM
A. Analisa
Sistem
Memilih metode atau alat kontrasepsi
bukan merupakan hal mudah karena efek yang berdampak padatubuh tidak akan
diketahui selama belum menggunakannya. Selain itu tidak ada metode atau alat
kontrasepsi yang selalu cocok bagi semua orang karena situasi dan kondisi tubuh
dari setiap individu selalu berbeda, sehingga perlunya pengethauan yang luas
dan tepat menegnai kekurangan dan kelebihan dari masing-masing metode atau alat
kontrasepsi yang kemudian disesuaikan dengan kondisi tubuh pengguna. Oleh
karena itu, penulis berinisiatif membuat Sistem Pendukung Keputusan untuk
merekomendasikan Alat Kontrasepsi dengan menggunakan metode SAW(Simple Additive Weighting). Dalam
prosesnya memerluhkan kriteria yang akna dijadikan bahan perhitungan pada
proses pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan memberikan bobot
untuk setiap kriteria sebagai berikut:
a.
Usia : 20%
b.
Berat
badan : 20%
c.
Riwayat
penyakit : 25%
d.
Jumlah
anak : 20%
e.
Siklus
menstruasi : 15%
B. Perancangan
Sistem
1.
Perancangan
database
a.
Rancangan
tabel
1)
Tabel
alat kontrasepsi
Tabel 1. Tabel alat
kontrasepsi
2)
Tabel
pengguna

Tabel 2. Tabel penguna
3)
Tabel
normalisasi

Tabel 3. Tabel
normalisasi
1.
Tabel
kriteria
|
Kriteria
|
Keterangan
|
|
C1
|
Usia
|
|
C2
|
Berat
badan
|
|
C3
|
Riwayat
penyakit
|
|
C4
|
Jumlah
anak
|
|
C5
|
Siklus
haid
|
Tabel 4. Tabel Kriteria
2.
Tabel
alternatif
|
Alternatif
|
Keterangan
|
|
V1
|
Pil
KB
|
|
V2
|
Suntik
|
|
V3
|
Susuk(implan)
|
|
V4
|
IUD
|
|
V5
|
Steril
|
Tabel 5. Tabel
alternatif
3.
Tabel
data usia

Tabel 6. Data usia
4.
Tabel
data berat badan

Tabel 7. Berat badan
5.
Tabel
riwayat penyakit

Tabel
8. Riwayat penyakit
6.
Jumlah anak
Jumlah anak
Tabel
9.jumlah anak
7.
Siklus
haid

Tabel 11. Siklus haid
2.
Perancangan
antar muka

Gambar
1. Halaman awal

Gambar
2. Menu utama

Tabel
10. Sample Data Pengguna
Perhitungan
metode SAW
a.
Data
pasien Layin Yuliana

b.Tabel nilai
alternatif pasien Layin Yuliana
r11 =
r21=
= 
r31= 
r41 =
= 
r51 =
= 
r12 =
= 
r22=
= 
r32 =
= 
r42 =
= 
r52 =
= 
r13 =
= 
r23 =
= 
r33 =
= 
r43 =
= 
r53 =
= 
r14 =
= 
r24 =
= 
r34 =
= 
r44 =
= 
r54 =
= 
r15 =
= 
r15 =
= 
r15 =
= 
r15 =
= 
r15 =
= 
hasil normalisasi:
R=
Hasil yang
diperoleh sebagai berikut:
V1 =
(0,20)(0,75)+(0,20)(0,6)+(0,25)(4)+(0,20)(1)+(0,15)(1)
= 0,015+0,12+1+0,20+0,15
= 1,485
V2 =
(0,20)(0,5)+(0,20)(0,34)+(0,25)(1)+(0,20)(0,25)+(0,15)(0,6)
= 0,40+0,0068+0,25+0,05+0,009
= 0,7158
V3 =
(0,20)(1)+(0,20)(0,34)+(0,25)(4)+(0,20)(1)+(0,15)(0,34)
= 0,2+0,068+1+0,2+0,49
= 2,131
V4 =
(0,20)(0,5)+(0,20)(0,34)+(0,25)(1)+(0,20)(0,25)+(0,15)(1)
= 0,2+0,068+1+0,2+0,051
= 2,57
V5 =
(0,20)(0,5)+(0,20)(0,34)+(0,25)(1)+(0,20)(0,25)+(0,15)(0,34)
= 0,1+0,068+0,25+0,5+0,49
= 1,408
Penentuan rekomendasi alat kontrasepsi
yang cocok dengan persyaratan:
Alat kontrasepsi dengan total poin
tertinggi adalah yang paling direkomendasikan.
Jadi alat kontrasepsi yangs esuai untuk Layin
yuliana adalah susuk(implan) dengan total poin 2,57.
4. KESIMPULAN
DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan
penelitian pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan dan saran terhadap
perancangan sistem pendukung keputusan ini sebagai berikut:
a.
sistem
yang dibangun dapat mempermudah bidan dalam mengambil keputusan untuk
rekomendasi alat kontrasepsi yang cocok bagi pengguna.
b.
Perhitungan
sistem pendukung keputusan ini diterapkan berdasarkan kriteria-kriteria nilai
yang telah ditentukan.
B. SARAN
Dengan kesimpulan di atas juga sebagai pertimbangan
bagi BPS
BINARMI dalam peningkatan
pelayanan terhadap calon siswa, saran yang ingin di sampaikan penulis adalah :
1. Sitem ini
diharapkan dapat dijadikan bahan dalam pengembangan dan
penelitian lebih lanjut sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak lagi dan
menghasilkan suatu sistem baru yang lebih interaktif.
2. Sistem pendukung
keputusan ini bisa digunakan untuk BPS lain.
Daftar Pustaka
Nur, Eko dkk. Perancangan Sistem Pendukung Keputusan
Penerimaan Taruna baru Menggunakan Basis data Fuzzy-Study kasus di AKPELNI
SEMARANG. 2013
Arief, M.Rudyanto. Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP dan
MySQL. 2011.Andy Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar