Selasa, 03 November 2015

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MEREKOMENDASIKAN ALAT KONTRASEPSI DENGAN METODE SAW DI BPS BINARMI DESA NGRANDU KECAMATAN KAUMAN PONOROGO



SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MEREKOMENDASIKAN ALAT KONTRASEPSI DENGAN METODE SAW DI BPS BINARMI DESA NGRANDU KECAMATAN KAUMAN PONOROGO
Yustika Febrianti Nur Rahmadani
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Jl.Budi Utomo No.10 Ponorogo
Email:

Abstract

BPS Binarmi of Ngrandu Village Kauman Ponorogo is one entity private practice in the field of health. The BPS is midwife on duty to assist labor and also help recommend contraceptives suitable for the user. BPS haven’t a system to assist midwives in recommending suitable contraceptives that require an application in the form of a decision support system for help midwife in recommending contraceptives suitable for users according to the condition of her body. An admin entrusted to input and process user data. In planning the writer uses the programming language PHP and MSQL with Simple additive weighting method (SAW) is useful to help midwives and admin in recommending contraception according to user needs. SAW method is often also called term weight summation method.
Keyword: Decision Support System, contraceptives, Simple Additive Weighting(SAW)


1.       PENDAHULUAN
Satu-satunya cara untuk mengatur jumlah dan waktu kehamilan adalah melalui pengggunaan metode atau alat kontrasepsi. Namun memilih metode atau alat kontrasepsi bukan merupakan hal yang mudah karena berdampak terhadap tubuh setelah pemakaiannya. Selain itu terhadap tubuh tidak ada metode atau alat kontrasepsi yang selalu cocok bagi semua orang karena situasi dan kondisi tubuh setiap individu selalu berbeda, sehingga perlunya pengetahuan yang luas dan tepat mengenai kekurangan dan kelebihan dari masing-masing metode atau alat kontrasepsi yang kemudian disesuaikan dengan kondisi tubuh pengguna.
Pemilihan alat kontrasepsi secara efektif harus didasari pertmbangan efektitivitas dari masing-masing jenis kontrasepsi berdasrakan tingkat keberhasilannya. Berdasakan masalah tersebut, maka penulis  ingin mengidentifikasi bagaimana mengambil keputusan yang tepat dalam proses rekomendasi alat kontrasepsi.
2. TINJAUAN PUSTAKA
A.       Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari dari kata kontra yang berarti mencegah atau menghalangi sedangkan konsepsi berarti pencegahan antara sel telur dan sel sperma. Jadi kontrasepsi dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mencegah bertemunya sel telur dan sel sperma sehingga tidak terjadi pembuahan atau kehamilan.
Kontrasepsi dapat menggunakan berbagai macam cara, baik dengan menggunakan hormon, alat, maupun melalui prosedur operasi. Tingkat efektivitas dari kontrasepsi tergantung dari usia, frekuensi melakukan hubungan seksual, dan yang terpenting yaitu apakah menggunakan alat tersebut secara benar.
Berbagai jenis metode atau alat kontrasepsi dibagi menjadi berikut:
1.      Kontrasepsi Sterilisasi
Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat indung telur pada wanita(tubektomi) atau testis pada pria(vasektomi).
2.      Kontrasepsi Mekanik, terdiri dari:
a.       IUD(Intra Uterine Device) atau spiral yaitu alat kontrasepsi yang terbuat dari polyesthylene yang diberi lilitan logam, umumnya tembaga(Cu) dan dipasang dimulut rahim. Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan di luar masa menstruasi atau pendarahan yang berlebih saat menstruasi.
b.      Kondom yaiu suatu kantung karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak berpori. Kondom telah terbukti dapat pencegah penularan penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. Selain itu kelebihannya yaitu tidak menggangu produksi ASI, murah, dan merupakan kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda(seputar-ibu-anak.blogspot.com, 2015).
3.    Kontrasepsi Hormonal
Kontrasepsi ini dapat mengubah sistem hormonal tubuh pemakainya, misalnya dengan menggunakan pil kb, suntikan, susuk(implan) yang ditanam untuk periode tertentu, atau spiral berhormon. Kelemahannya kontrasepsi ini yaitu mengubah sistem hormonal dalam tubuh pemakainya sehingga siklus menstruasi dan produksi ASI terganggu.
Kontrasepsi hormonal terdiri dari:
a.       Pil Kombonasi Oral Contraception(OC)
Pil KB merupakan kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron.
b.       Suntik KB
Kontrasepsi ini mengandung hormon sintetik. Cara pemakaian dengan menyuntikkan zat hormonal ke dalam tubuh.
c.       Susuk KB
Implan terdiri dari 6 kapsul silastik, setiap kapsulnya berisi levornorgestrel sebanyak 36 miligram dengan panjang 3,4 cm dan diameter 2,4 cm. Kapsul ini harus dilepas menjelang masa penggunaan 5 tahun.
B.   Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
          Sistem pendukung keputusan harus mempunyai komponen: Data Management, termasuk database, yang mengandung data yang relevan untuk berbagai situasi dan diatur oleh software yang disebut Database Management System(DBMS); model manajemen melibatkan model finansial, statistikal, manajemen science, atau berbagai model kuantitatif lainnya sehingga dapat memberikan ke sistem suatu kemampuan analitis, dan manajemen software yang diperlukan; Communications (dialog sub sistem), user dapat berkomunikasi dan memberikan perintah pada DSS melalui subsitem ini(Eko, dkk:2013).
C.     Model Multi Attribute Decisio Making(MADM)
     Adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapka alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Kriteria biasanya berupa ukran-ukran, aturan-aturan atau standar yang digunakan dalam pengambilan keputusan.
Ada beberapa metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah MADM antara lain:
a.       Simple Additive Weight(SAW)
b.      Weighted Product(WP)
c.       TOPSIS
d.      Analytic Hierarchy Process(AHP)
D.     Metode SAW
Metode SAW sering dikenal sebagai metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode ini yaitu mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan(X) ke suatu skala yang dapat diandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.
Text Box: rij  =      jika j adalah atribut keuntungan
    jika j adalah atribut biaya(cost)
Keterangan:
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi
xij = nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria
Max xij = nilai terbesar dari setiap kriteria
Min xij = nilai terkecil dari setiap kriteria
Benefit = jika nilai terbesar adalah terbaik
Cost = jika nilai terkeci adalah terbaik
Dimana rij adalah rating ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut i=1,2,3..m dan j=1,2,3,...n. Nilai prefensi untuk setiap alternatif(Vi) diberikan sebagai:
            n
Vi = Ʃwj rij
   j = 1
keterangan:
Vi = rangking untuk setiap alternatif
wj = nilai bobot dari setiap kriteria
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi
Nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih dipilih.
E.     Basis data
Basis data adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu sama lain. Basis data tersimpan di perangkat keras, dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur, dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan.
F.       PHP(Hypertext Pre-processor)
Adalah bahasa server side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Karena itu maka sintaks dan perintah-perintah PHP akan dieksekusi di server kemudian hasilnya dikirimkan ke browser dalam format HTML. Dengan demikian kode program yang ditulis dalam PHP tidak akan terlihat oleh user sehingga keamanan halaman web lebih terjamin(Arief, Rudyanto:2011).
G.    MySQL
Database  sistem yang digunakan dalam penelitian ini untuk mendukung aplikasi  berbasis dekstop yang berfungsi mengolah data pada  web  aplikasi yang  database-nya  menggunakan MySQL, MySQL (My Structure Query Language) merupakan software  database  yang termasuk paling populer di lingkungan  linux  maupun windows, kepopuleran ini karena ditunjang performansi  query  dari  database-nya yang cepat, stabil dan jarang bermasalah dalam segi keamanan.
Database  MySQL adalah sebuah sistem  shareware, yaitu suatu perangkat lunak yang dapat didistribusikan bebas untuk keperluan pengguna secara pribadi. Kemudian, bila perangkat lunak akan digunakan secara komersial, maka pemakai harus mempunyai  lisensi  pembuatnya. Namun saat ini MySQL adalah  perangkat lunak  open  source  sehingga dapat didistribusikan bebas dan digunakan untuk keperluan pribadi atau  komersial. Maka di  dalam penelitian ini menggunakan MySQL untuk pengolahan databasenya.
Sebagai sebuah program penghasil database, MySQL tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface). MySQL dapat didukung oleh hampir semua program aplikasi baik yang open source seperti Visual Basic, Visual Foxpro, Delphi, dan lainnya. Untuk mendapatkan program MySQL anda dapat mendownloadnya di http://www.mysql.org.
Beberapa karakteristik utama dari MySQL yaitu :
a.         Fully multi-threaded dengan kernel threaded, artinya adalah bisa dengan mudah mempergunakan multiple CPU bila ada.
b.        Beroperasi pada banyak platform yang berbeda.
c.         Kita bisa mencampurkan tabel dari database yang berbeda pada query yang sama
d.        Mampu menangani database berukuran besar. MySQL bisa memuat 50.000.000 record dan 60.000 tabel.
e.         Server bisa memberikan pesan kesalahan pada client dalam banyak bahasa dan lain sebagainya.

3.ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
A.     Analisa Sistem
Memilih metode atau alat kontrasepsi bukan merupakan hal mudah karena efek yang berdampak padatubuh tidak akan diketahui selama belum menggunakannya. Selain itu tidak ada metode atau alat kontrasepsi yang selalu cocok bagi semua orang karena situasi dan kondisi tubuh dari setiap individu selalu berbeda, sehingga perlunya pengethauan yang luas dan tepat menegnai kekurangan dan kelebihan dari masing-masing metode atau alat kontrasepsi yang kemudian disesuaikan dengan kondisi tubuh pengguna. Oleh karena itu, penulis berinisiatif membuat Sistem Pendukung Keputusan untuk merekomendasikan Alat Kontrasepsi dengan menggunakan metode SAW(Simple Additive Weighting). Dalam prosesnya memerluhkan kriteria yang akna dijadikan bahan perhitungan pada proses pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan memberikan bobot untuk setiap kriteria sebagai berikut:
a.       Usia                             : 20%
b.      Berat badan                 : 20%
c.       Riwayat penyakit         : 25%
d.      Jumlah anak                : 20%
e.       Siklus menstruasi         : 15%
B.     Perancangan Sistem
1.      Perancangan database
a.    Rancangan tabel
1)      Tabel alat kontrasepsi
Tabel 1. Tabel alat kontrasepsi
2)      Tabel pengguna
Tabel 2. Tabel penguna
3)      Tabel normalisasi
Tabel 3. Tabel normalisasi
1.      Tabel kriteria
Kriteria
Keterangan
C1
Usia
C2
Berat badan
C3
Riwayat penyakit
C4
Jumlah anak
C5
Siklus haid
Tabel 4. Tabel Kriteria
2.      Tabel alternatif
Alternatif
Keterangan
V1
Pil KB
V2
Suntik
V3
Susuk(implan)
V4 
IUD
V5
Steril
Tabel 5. Tabel alternatif
3.      Tabel data usia
Tabel 6. Data usia
4.      Tabel data berat badan
Tabel 7. Berat badan
5.      Tabel riwayat penyakit
Tabel 8. Riwayat penyakit
6.      Jumlah anak





Tabel 9.jumlah anak
7.      Siklus haid
Tabel 11. Siklus haid




2.        Perancangan antar muka
Gambar 1. Halaman awal
Gambar 2. Menu utama
Tabel 10. Sample Data Pengguna
Perhitungan metode SAW
a.       Data pasien Layin Yuliana
b.Tabel nilai alternatif pasien Layin Yuliana
r11 =
r21= =
r31=
r41 =  =
r51 =  =

r12 =  =
r22=  =
r32 =  =
r42 = =
r52 = =

 r13 = =
r23 = =
r33 = =
r43 = =
r53 = =

r14 = =
r24 = =
r34 = =
r44 = =
r54 = =

r15 = =
r15 = =
r15 = =
r15 = =
r15 = =

hasil normalisasi:
R=





Hasil yang diperoleh sebagai berikut:
V1           = (0,20)(0,75)+(0,20)(0,6)+(0,25)(4)+(0,20)(1)+(0,15)(1)
= 0,015+0,12+1+0,20+0,15
= 1,485
V2           = (0,20)(0,5)+(0,20)(0,34)+(0,25)(1)+(0,20)(0,25)+(0,15)(0,6)
= 0,40+0,0068+0,25+0,05+0,009
= 0,7158
V3           = (0,20)(1)+(0,20)(0,34)+(0,25)(4)+(0,20)(1)+(0,15)(0,34)
= 0,2+0,068+1+0,2+0,49
= 2,131
V4           = (0,20)(0,5)+(0,20)(0,34)+(0,25)(1)+(0,20)(0,25)+(0,15)(1)
= 0,2+0,068+1+0,2+0,051
= 2,57
V5           = (0,20)(0,5)+(0,20)(0,34)+(0,25)(1)+(0,20)(0,25)+(0,15)(0,34)
= 0,1+0,068+0,25+0,5+0,49
= 1,408
Penentuan rekomendasi alat kontrasepsi yang cocok dengan persyaratan:
Alat kontrasepsi dengan total poin tertinggi adalah yang paling direkomendasikan.
Jadi alat kontrasepsi yangs esuai untuk Layin yuliana adalah susuk(implan) dengan total poin 2,57.

4.      KESIMPULAN DAN SARAN
A.     KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan dan saran terhadap perancangan sistem pendukung keputusan ini sebagai berikut:
a.       sistem yang dibangun dapat mempermudah bidan dalam mengambil keputusan untuk rekomendasi alat kontrasepsi yang cocok bagi pengguna.
b.      Perhitungan sistem pendukung keputusan ini diterapkan berdasarkan kriteria-kriteria nilai yang telah ditentukan.
B.     SARAN
Dengan kesimpulan di atas juga sebagai pertimbangan bagi BPS BINARMI dalam peningkatan pelayanan terhadap calon siswa, saran yang ingin di sampaikan penulis adalah :
1.      Sitem ini diharapkan dapat dijadikan bahan dalam pengembangan dan penelitian lebih lanjut sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak lagi dan menghasilkan suatu sistem baru yang lebih interaktif.
2.      Sistem pendukung keputusan ini bisa digunakan untuk BPS lain.

Daftar Pustaka

Nur, Eko dkk. Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Taruna baru Menggunakan Basis data Fuzzy-Study kasus di AKPELNI SEMARANG. 2013
Arief, M.Rudyanto. Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP dan MySQL. 2011.Andy Yogyakarta















Tidak ada komentar:

Posting Komentar