Selasa, 03 November 2015

KALI INI KITA BERJUANG AGAR JAUH LEBIH BAIK LAGI



Hari demi hari terasa begitu cepat, bahkan kadang aku sampai lupa menyapamu walau hanya sebentar. Meskipun begitu kamu tetap saja sabar.
Mungkin kamu belum begitu paham maksudku, tapi aku merasa terluka akibat perlakuanku.
Kebebasan yang ku harap bersamamu dan sahabatku ini adalah pengalaman baru yang tak sekedar main-main. Namun aku ingin menginvestasikan waktu bersama walaupun terkadang sampai bokek untuk mencari pengalaman. Prestasi akan lebih indah jika dilalui dengan proses-proses yang tak hanya manis tapi pahit pula.
Aku jadi sadar, sukses itu penghargaan atas proses-proses yang kita lewati bersama. Terkadang aku terlupa menyakitimu dengan mengacuhkan kondisimu yang seharian ku ajak bekerja keras. Tak seharusnya aku mengkonsumsi makanan seingatku saja. Maafkan aku jika pada akhirnya penyakit menyerang.
Diriku berharap, kamu masih membuka pintu maaf padaku. Sekarang aku ingin membuka lembaran baru. Menghargai setiap pencapaian kecil yang kita lakukan. Mau berterima kasih untuk semua hal yang telah kita lewati bersama. Berpikir dan belajar dari tiap kesalahan.
Parasmu adalah karya Tuhan yang istimewa yang tak seharusnya ku abaikan karena keinginan ku menikmati kebebasan berproses. Tak semestinya kau terus menerus ku kecewakan. Harus ku akui jika seringkali aku merasa kecewa karena belum bisa memoles parasmu.
Beberapa hal ku lakukan untuk menutupi kekuranganmu yaitu berat badan yang sering naik-turun. Kain kaos dan celana jeans kini tak familiar bagimu. Sedikit demi sedikit polesan minimalis menambah ayu. Baju berbahan kain katun mulai hadir manyapamu agar tambah menawan.
Bukannya aku tak mau membelikanmu make up mahal seperti yang biasa temanku gunakan tapi tak ku biarkan kulit aslimu terkontaminasi make up berbahaya. Aku akan bangga jika orang lain melihatmu bukan karena ayu wajahmu  namun juga cerdas pemikiranmu.
Kini aku mau mendengarkan tak hanya sekedar mau mendengar. Karena ambisiku semata untuk menyelesaikan tugas, aku sering menghiraukan keluhanmu. Sebaik-baiknya manusia, menurutku kamulah yang paling berjasa. Kamu telah menjadi yang pertama menjadi teman dalam asa mengejar cita dan cinta. Aku tak akan lagi memaksamu. Ketika mulai lelah aku akan membiarkan kau rebah. Ketika kau mulai lapar akan segera ku ajak engkau menyantap makanan sehat. Yang ku minta, kamu selalu sehat, agar kita dapat bekerja bersama. Sekarang izinkan aku untuk mendengarmu
Terima kasih diriku. Terima kasih tahun-tahun terindah bersamamu. Jangan bosan tetap menjadi sahabat terbaikku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar