Hari
demi hari terasa begitu cepat, bahkan kadang aku sampai lupa menyapamu walau
hanya sebentar. Meskipun begitu kamu tetap saja sabar.
Mungkin
kamu belum begitu paham maksudku, tapi aku merasa terluka akibat perlakuanku.
Kebebasan
yang ku harap bersamamu dan sahabatku ini adalah pengalaman baru yang tak
sekedar main-main. Namun aku ingin menginvestasikan waktu bersama walaupun
terkadang sampai bokek untuk mencari pengalaman. Prestasi akan lebih indah jika
dilalui dengan proses-proses yang tak hanya manis tapi pahit pula.
Aku
jadi sadar, sukses itu penghargaan atas proses-proses yang kita lewati bersama.
Terkadang aku terlupa menyakitimu dengan mengacuhkan kondisimu yang seharian ku
ajak bekerja keras. Tak seharusnya aku mengkonsumsi makanan seingatku saja.
Maafkan aku jika pada akhirnya penyakit menyerang.
Diriku
berharap, kamu masih membuka pintu maaf padaku. Sekarang aku ingin membuka
lembaran baru. Menghargai setiap pencapaian kecil yang kita lakukan. Mau
berterima kasih untuk semua hal yang telah kita lewati bersama. Berpikir dan
belajar dari tiap kesalahan.
Parasmu
adalah karya Tuhan yang istimewa yang tak seharusnya ku abaikan karena
keinginan ku menikmati kebebasan berproses. Tak semestinya kau terus menerus ku
kecewakan. Harus ku akui jika seringkali aku merasa kecewa karena belum bisa
memoles parasmu.
Beberapa
hal ku lakukan untuk menutupi kekuranganmu yaitu berat badan yang sering
naik-turun. Kain kaos dan celana jeans kini tak familiar bagimu. Sedikit demi
sedikit polesan minimalis menambah ayu. Baju berbahan kain katun mulai hadir
manyapamu agar tambah menawan.
Bukannya
aku tak mau membelikanmu make up mahal seperti yang biasa temanku gunakan tapi tak
ku biarkan kulit aslimu terkontaminasi make up berbahaya. Aku akan bangga jika
orang lain melihatmu bukan karena ayu wajahmu
namun juga cerdas pemikiranmu.
Kini
aku mau mendengarkan tak hanya sekedar mau mendengar. Karena ambisiku semata
untuk menyelesaikan tugas, aku sering menghiraukan keluhanmu. Sebaik-baiknya
manusia, menurutku kamulah yang paling berjasa. Kamu telah menjadi yang pertama
menjadi teman dalam asa mengejar cita dan cinta. Aku tak akan lagi memaksamu.
Ketika mulai lelah aku akan membiarkan kau rebah. Ketika kau
mulai lapar akan segera ku ajak engkau menyantap makanan sehat. Yang ku minta,
kamu selalu sehat, agar kita dapat bekerja bersama. Sekarang izinkan aku untuk
mendengarmu
Terima
kasih diriku. Terima kasih tahun-tahun terindah bersamamu. Jangan bosan tetap
menjadi sahabat terbaikku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar